PT. Inti Bara Nusalima (PT.IBN) adalah Perseroan Terbatas dalam negeri dimana kepemilikan murni dimiliki oleh pihak swasta yang didirikan pada tanggal 18 Januari 2006 dengan akte notaris no 13 tanggal 7 Desember 2005 yang dibuat oleh Notaris Adrianto, SH di Pekanbaru.
Pada tahap awal operasinya, PT.IBN bergerak dibidang kontraktor pertambangan , konsultan eksplorasi dan eksploitasi dan juga jasa perdagangan batubara. Untuk pengelolaannya PT.IBN ditangani oleh para staf ahli yang profesional dibidangnya dengan kemampuan manajerial yang handal serta mempunyai kerja sama team yang solid. Fakta membuktikan bahwa dalam 3 bulan operasinya perusahaan telah mengalami kemajuan yang cukup pesat.
Sejalan dengan perkembangan prospek bisnis batubara dunia yang semakin potensial dan didukung oleh mulai berkurangnya cadangan minyak bumi dunia serta tingginya harga minyak bumi yang menjadi sumber energi utama, membuat prospek batubara sebagai bahan bakar alternatif semakin membaik. Menangkap peluang tersebut PT.IBN mencoba untuk berkompetisi dalam bisnis batubara mulai dari pekerjaan eksplorasi hingga eksploitasi dan perdagangan batubara.
Rencana kedepan perusahaan akan tetap mengembangkan bisnis dibidang pertambangan mulai dari eksplorasi , eksploitasi, technical support, dan marketing batubara baik lokal maupun ekspor. Serta berusaha untuk dapat memiliki ijin KP Eksplorasi, Eksploitasi dan Penjualan tersendiri untuk dapat lebih eksis di bisnis pertambangan. Untuk mencapai tujuan tersebut perusahaan telah menyiapkan langkah-langkah strategis yang dikelola oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalaman dan profesional.
Dengan telah berakhirnya kontrak kerja sama antara PT. Inti Bara Nusalima dengan PT. Sinar Mas Mining di Desa Tanjung Belit Muara Bungo. Untuk selajutnya PT. Inti Bara Nusalima akan melakukan
Sehubungan musim kemarau yang melanda Indonesia, kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di Indonesia. Seperti halnya di Taman Nasional Tesso Nilo, kebakaran terjadi lagi. Api pertama kali diketahui pada Sabtu (14 Okt) oleh tim Patroli Taman Nasiona
Jakarta - WWF-Indonesia kembali merekam tebaran hotspot dalam frekuensi tinggi di Provinsi Riau tahun ini, sebagian besar berada di lahan sejumlah perusahaan besar. Kabut asap mengganggu kesehatan masyarakat dan mengancam kelestarian keanekaragaman hayati